Tuesday, July 25, 2017

Benarkah Sauna Bisa Membakar Lemak dan Menurunkan Berat Badan?



Ketika mendengar kata sauna, apa yang terlintas di benak Anda? Relaksasi atau menjadi langsing? Sauna dipercaya dapat membakar kalori dalam tubuh Anda. Tapi, apakah Anda yakin sauna dapat membakar lemak yang tertumpuk di perut dan paha Anda? Jika iya, mengapa ada orang yang masih repot untuk berolahraga? Cari tahu di artikel ini.


Apa itu sauna dan bagaimana cara kerjanya?


Sauna adalah ruangan dengan suhu panas yang digunakan selama 15-20 menit agar tubuh mengeluarkan keringat serta mempercepat metabolisme. Sauna merupakan salah satu cara relaksasi tubuh yang diduga bermanfaat untuk jantung. Secara umum terdapat dua jenis sauna, yaitu sauna menggunakan infra merah dan sauna konvensional.


Sauna konvensional menggunakan pemanas ruangan untuk memanaskan udara. Sementara itu, sauna dengan infra merah menggunakan energi cahaya untuk memanaskan suhu tubuh tanpa meningkatkan suhu udara. Berbagai material lainnya juga digunakan untuk sauna dengan infra merah, seperti serat karbon aktif, arang, dan material lain. Sauna dengan infra merah biasanya menghasilkan suhu yang lebih rendah dari sauna konvensional.


Suhu dalam ruang sauna yang bisa mencapai 85°C dapat meningkatkan suhu kulit menjadi sekitar 40°C dalam beberapa menit saja. Karena suhu yang panas, tubuh akan memicu keluarnya keringat, bahkan meningkatkan denyut nadi hingga tiga kali lipat. Peningkatan denyut nadi memungkinkan jantung memompa darah hingga dua kali lipat jumlahnya. Banyak yang menggunakan sauna karena dianggap dapat membakar lemak lebih cepat dibandingkan olahraga.


Benarkah sauna membakar lemak di tubuh Anda?


Sauna memang menghasilkan banyak keringat, namun pada kenyataannya, sauna tidak bisa membakar lemak di tubuh Anda. Jika Anda melakukan sauna, maka berat yang hilang dari tubuh Anda adalah berat air. Namun, lemak dan karbohidrat akan tetap sama. Jadi pastikan Anda mengganti cairan tubuh yang hilang setelah sauna.


Bagaimana dengan kalori? Sauna dapat meningkatkan suhu panas dalam tubuh Anda, hal ini akan membantu Anda meningkatkan pembakaran kalori. Suhu panas karena sauna ini dapat menyebabkan tubuh Anda menaikkan tingkat metabolisme hingga 20 persen. Hal ini memungkinkan Anda untuk terus membakar kalori hingga beberapa jam setelah menghabiskan waktu di sauna. Kenaikan suhu pada tubuh membuat kinerja jantung 30 persen lebih cepat dibandingkan biasanya. Karena hal ini tubuh Anda harus membakar kalori lebih banyak untuk energi.


Namun, pembakaran kalori karena sauna sangat tergantung pada berat badan, jenis kelamin, dan usia seseorang. Pembakaran kalori ini juga sangat tergantung pada BMR atau basal metabolic rate (kebutuhan kalori yang tubuh Anda butuhkan untuk melakukan aktivitas basalnya, saat Anda tidur atau duduk dan tidak melakukan aktivitas apapun).


Seseorang yang memiliki berat badan 72 kg dan menghabiskan waktu di sauna selama 30 menit, mampu membakar kalori dalam tubuhnya sebesar 300 kalori. Namun, hal ini sangat tergantung pada BMR seseorang, suhu di sauna, dan berapa lama waktu yang dihabiskan di dalam sauna.


Penting untuk Anda catat bahwa pembakaran kalori karena sauna tidak sama dengan pembakaran kalori saat berolahraga. Pasalnya, sauna tidak mengakibatkan otot menjadi kencang, tidak ada pengikisan lemak, dan tidak ada pembakaran di dalam tubuh yang merupakan hal-hal penting untuk menyingkirkan lemak secara permanen. Kalori yang terbakar saat sauna pun berkemungkinan tertimbun kembali dengan diet yang tidak sehat dan kebiasaan malas.


Siapa saja yang diperbolehkan sauna?


Sauna aman dilakukan oleh orang-orang berkondisi kesehatan normal serta memiliki tubuh yang fit. Sauna juga aman dilakukan oleh penderita penyakit arteri koroner yang stabil. Namun, sauna tidak dianjurkan untuk pasien dengan kondisi angina yang tidak stabil, ritme jantung yang tidak normal, tekanan darah yang tidak terkontrol, memiliki masalah dengan katup jantung, serta pasien gagal jantung tingkat lanjut.


Jika Anda berminat untuk melakukan sauna, perhatikan hal-hal berikut ini.



  • Sebelum sauna, mandilah dengan air hangat. Hal ini membantu berkeringat lebih cepat selama sauna.

  • Disarankan jika melakukan sauna lebih dari 20 menit, persiapkan kondisi cairan tubuh Anda dengan minum yang cukup karena kondisi ini berisiko memicu dehidrasi.

  • Bila selama melakukan sauna Anda merasa sakit atau kurang fit, segera sudahi sauna.

  • Setelah sauna, minum 2-4 gelas air putih, disarankan untuk menghindari air hangat.

  • Sebelum dan setelah sauna, jangan mengonsumsi minuman beralkohol serta obat-obatan yang dapat membuat tubuh panas atau obat yang dapat berdampak kepada produksi keringat.

  • Perhatikan kelembapan selama sauna. Penambahan air ke dalam pemanas akan meningkatkan kelembapan sehingga keringat menjadi lebih banyak.


Walau sauna diduga bermanfaat untuk kesehatan jantung, penderita penyakit jantung perlu berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelumnya.


Baca Juga:



Source link


قالب وردپرس


Benarkah Sauna Bisa Membakar Lemak dan Menurunkan Berat Badan?
4/ 5
Oleh