Tuesday, July 25, 2017

Jamur Pada Kuku Kaki Bisa Disebabkan Oleh Kebiasaan Jalan Nyeker


Anda mungkin pernah mendengar soal infeksi jamur pada kulit, seperti panu, kadas, dan kurap. Atau Anda pernah mengalaminya sendiri. Tapi tahukah Anda bahwa infeksi jamur juga bisa menyerang kuku kaki? Apa sih, penyebab tumbuhnya jamur pada kuku? Bisakah pemandangan tak sedap ini diobati sekali untuk selamanya? Cek di sini jawabannya.


Apa penyebab tumbuhnya jamur pada kuku kaki?


Infeksi jamur dapat menyerang bagian tubuh manapun. Ini karena jamur biasanya ada di dalam dan pada permukaan tubuh, hidup harmonis bersama kumpulan bakteri lainya. Saat jamur mulai tumbuh subur kelewat batas, maka Anda bisa terkena infeksi. Kuku kaki bisa jamuran ketika koloni jamur ini menyerang lapisan bawah kuku atau atasnya. Jamur juga bisa menginfeksi kuku kaki dari dalam melalui sela pembatas kuku dan kulit, retakan pada kuku yang rapuh, atau luka terbuka di sekitar kulit jari kaki Anda.


Infeksi jamur pada kuku kaki paling sering disebabkan oleh koloni jamur yang bernama Onychomycosis atau juga disebut tinea unguium. Namun jenis jamur lainnya bisa menyebabkan infeksi yang sama pada kuku kaki — misalnya saja jamur penyebab mulut jamuran (thrush), dan jamur penyebab kadas, kurap, dan kutu air.


Nyeker di tepi kolam renang, salah satu penyebab infeksi jamur pada kuku kaki (sumber: shutterstock)

Jamur tumbuh subur di lingkungan yang hangat dan lembab. Kaki jarang terpapar oleh matahari karena hampir selalu tertutupi sepatu atau kaus kaki sehingga suhu lingkungan di bawah sana akan lebih lembap dari kuku jemari tangan. Oleh karena itu jamur bisa berkembang biak dengan subur di kuku kaki.


Cara lain yang umum untuk tertular infeksi kuku jamur adalah dengan berjalan tanpa alas kaki di daerah yang hangat dan lembab (seperti tepi kolam renang, tanah basah, atau ruang ganti gym), atau kaki yang terus berkeringat sepanjang hari. Kuku kaki juga bisa jamuran ketika Anda tertular dari orang lain yang memiliki kadas atau kurap di kulit tangan mereka. Infeksi kemudian bisa menyebar ke kulit Anda dan bahkan kuku kaki.


Apa saja gejala infeksi jamur pada kuku kaki?


Infeksi jamur pada kaki biasanya menyebabkan warna kuku berubah drastis — misalnya putih keruh, kuning, cokelat, atau variasi dari warna-warna ini. Pertama-tama perubahan warna kuku hanya akan terjadi sebagian, atau bahkan hanya di beberapa titik, sebelum lama kelamaan menyebar luas hingga seluruh permukaan kuku. Permukaan kuku mungkin terasa tipis, lunak, kering, dan kesat berbedak.


Di beberapa kasus, kuku kaki yang terinfeksi jamur bisa menebal dan mengeras, namun terangkat dan tidak lagi melekat pada punggung jari sehingga mudah patah atau copot. Kuku kaki yang jamuran juga biasanya mengeluarkan bau yang tidak sedap.


infeksi jamur pada kuku (sumber: shutterstock)

Kuku kaki yang jamuran awalnya tidak terasa sakit sehingga mungkin Anda mengabaikan gejalanya. Namun jika Anda menunda-nunda ke dokter untuk memeriksakan keanehan pada kuku kaki, jamur bisa tumbuh semakin membuas di kuku kaki. Pada akhirnya, infeksi bisa terasa sangat sakit, bahkan memakai sepatu pun terasa sulit.


Orang dewasa, terutama laki-laki dan berusia lebih dari 65 tahun, lebih berisiko untuk terkena infeksi jamur pada kuku kaki. Ini karena semakin tua usia Anda, peredaran darah dan pertumbuhan kuku akan semakin melambat sebagai bagian dari proses penuaan. Beberapa kondisi kesehatan seperti diabetes, HIV, kanker (dan/atau yang sedang kemo), psoriasis, dan masalah sirkulasi darah juga dapat meningkatkan risiko Anda terkena infeksi jamur pada kuku.


Bagaimana cara mengobati infeksi jamur pada kuku kaki?


Mengobati infeksi jamur pada kuku bisa menjadi proses yang panjang, tergantung dari jenis jamur penyebabnya dan seberapa parah infeksinya. Dokter mungkin saja merekomendasikan salah satu dari empat pilihan pengobatan ini, atau justru mengombinasikan beberapa sekaligus untuk satu kali terapi:



  • Salep atau krim yang bisa dioleskan langsung pada kuku

  • Obat antijamur yang diminum (misalnya terbinafine, itraconazole, fluconazole, griseofulvin)

  • Cat kuku antijamur


Selain tiga opsi di atas, dokter juga dapat memotong pendek setiap kuku yang terinfeksi atau bahkan sekaligus dengan area kulit yang juga terinfeksi di sekitar kuku tersebut. Dokter juga akan mengikis “daki” yang menumpuk di bawah kuku untuk memangkas pertumbuhan jamur.


Perlu dicatat bahwa produk perawatan kuku yang biasanya dijual di swalayan atau warung terdekat tidak disarankan dipakai untuk mengobati infeksi jamur karena terbukti tidak memberikan hasil yang dapat diandalkan. Ini karena kebanyakan infeksi jamur bisa kembali kambuh di masa depan.


Infeksi kuku tidak dianggap sembuh total sampai kuku baru yang terbebas dari infeksi telah tumbuh. Meskipun ini menandakan bahwa kuku kaki Anda tidak lagi terinfeksi, kemungkinan infeksi jamur dapat kembali. Pada kasus yang parah, mungkin ada kerusakan permanen pada kuku Anda. Untuk beberapa kasus ekstrim seperti ini, dokter mungkin akan mengangkat keseluruhan kuku secara utuh lewat operasi.


Adakah cara mencegah infeksi jamur pada kaki?


Infeksi kuku bisa dicegah sesederhana dengan menerapkan kebersihan diri yang baik. Cara mencegah infeksi jamur pada kuku kaki meliputi:



  • Menjaga kuku tetap kering dan bersih (Gunakan sabun dan air untuk mencuci kaki, dan keringkan dengan baik, termasuk di sela jari-jari kaki)

  • Rajin gunting kuku — potong kuku agar selalu lebih pendek dari ujung jari kaki. Potonglah lurus melintang. Pastikan alat yang Anda gunakan untuk potong kuku juga bersih

  • Cuci tangan setelah menyentuh kuku yang terinfeksi

  • Menghindari bertelanjang kaki di tempat umum

  • Kurangi pakai kuku buatan dan kuteks

  • Pakai kaus kaki yang berbahan adem untuk membiarkan kulit kaki bernapas

  • Mengenakan sepatu atau sandal di tempat umum dan kolam renang

  • Menghindari berbagi sepatu dan kaus kaki dengan orang lain

  • Mendapatkan manikur atau pedikur dari salon yang dapat dipercaya

  • Hindari melukai kulit di sekitar kuku Anda

  • Jika pekerjaan atau aktivitas Anda mengharuskan kaki terus-terusan basah atau lembap untuk waktu yang lama, Anda mungkin ingin memakai sepatu boots karet yang menutup hingga betis.


Baca Juga:



Source link


قالب وردپرس


Jamur Pada Kuku Kaki Bisa Disebabkan Oleh Kebiasaan Jalan Nyeker
4/ 5
Oleh