Tuesday, July 25, 2017

Pap Smear Saat Haid Ternyata Tidak Dianjurkan. Kenapa?



Pap smear bertujuan untuk mendeteksi kanker serviks sejak dini. Selama pemeriksaan ini, dokter akan memasukkan sebuah alat khusus ke dalam vagina untuk memeriksa bagian dalam leher rahim Anda, dan mengambil sampel sel-sel serviks Anda dengan sebuah spatula kecil, kemudian sampel tersebut dibawa ke laboratorium untuk ditentukan jenis selnya apakah ada kelainan atau tidak.


Jika Anda terlanjur menjadwalkan Pap smear tapi kemudian baru sadar bahwa tanggalnya berdempetan dengan jadwal kedatangan “tamu bulanan”, Anda mungkin bertanya-tanya apakah Pap smear saat haid bisa mengubah hasil tesnya. Atau, Anda mungkin enggan berangkat karena malu dokter akan melihat darah haid Anda. Haruskah Anda menjadwal ulang janji temu Anda?


Seberapa akurat hasil tes Pap smear untuk mendeteksi risiko kanker serviks?


Tidak ada pemeriksaan medis yang benar-benar 100 persen akurat dalam mendeteksi suatu masalah kesehatan. Begitu pula dengan Pap smear. Masih sangat mungkin bagi dokter melewatkan tanda-tanda kanker serviks lewat pemeriksaan Pap smear, terutama yang pertama kalinya.


Pada kebanyakan kasus Pap smear, sel abnormal yang ditemukan dalam leher rahim termasuk jinak dan sangat kecil kemungkinannya untuk mengganas jadi kanker. Umumnya hanya sekitar 10% hasil Pap smear yang menunjukkan hasil tidak normal, namun hanya sekitar 0,1% wanita yang memiliki hasil ini benar-benar menderita kanker.


Sisanya mungkin menampilkan hasil “negatif palsu”, di mana hasil tes lab menunjukkan bahwa sampel sel serviks Anda tidak bermasalah, padahal sebenarnya ada sel abnormal baik pada area leher rahim lainnya yang tidak diambil sampelnya maupun di bagian sampel yang dibuang. Kejadian “negatif palsu” pada umumnya berkisar antara 20 hingga 45 persen dari total hasil Pap smear.


Tingkat keakuratan hasil Pap smear bergantung pada banyak hal. Salah satunya adalah kapan tepatnya Anda menjadwalkan tes Pap smear Anda. Bolehkah melakukan tes Pap smear saat haid?


Boleh saja Pap smear saat haid, tapi…


Menstruasi sama sekali tidak mempengaruhi atau mengubah hasil akhir dari tes itu sendiri. Teorinya Anda boleh saja Pap smear saat menstruasi. Jika darah yang keluar masih bercak ringan, misal di hari-hari pertama atau hari terakhir, dokter mungkin akan tetap melanjutkan tes. Namun Pap smear saat haid pada umumnya tidak dianjurkan. Tes Pap smear saat menstruasi mungkin akan membuat Anda semakin sulit mendapatkan hasil tes yang jelas.


Ini karena cairan vagina dan darah menstruasi yang terbawa bersama sampel sel serviks Anda dapat menyulitkan petugas lab untuk mengartikan hasil dari Pap smear. Hasil Pap hanya didapat dari sampel kecil yang diambil dari sel serviks (disebut biopsi) dan dipindahkan ke kaca petri. Sampel kemudian dikirim ke laboratorium untuk diwarnai dengan pewarna khusus, dan kemudian dibaca di bawah mikroskop. Pigmen warna sel darah merah dari darah haid yang menempel mungkin terlalu kental untuk memungkinkan petugas lab mengamati sel serviks Anda dengan jelas dan memastikan apakah sel Anda normal atau tidak.


Anda mungkin harus kembali lagi di lain waktu untuk mengulang tes jika hasil Pap smear Anda rancu. Selain repot karena harus menentukan kapan hari yang pas, menjadwalkan ulang tes Pap smear tentu juga boros tenaga dan uang. Akan lebih baik jika Anda mencocokkan jadwal Pap smear dengan siklus menstruasi Anda sejak awal ketika konsultasi pertama Anda dengan dokter, atau menjadwalkan ulang setelah menstruasi Anda selesai.


Kapan saya harus menjalani tes pap smear?


American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyarankan perempuan untuk melakukan pemeriksaan Pap smear pertama kali pada usia 21 tahun, terlepas dari apakah Anda sudah pernah berhubungan seks atau belum. Pap smear juga masih dibolehkan bahkan jika usia Anda sudah lebih dari 21 tahun. Lakukan pemeriksaan Pap smear segera untuk mencegah atau mengurangi risiko kanker serviks.


Anda pun masih disarankan untuk rutin melakukan Pap smear setiap tiga tahun sekali, tapi biasanya tanpa disertai tes HPV. Sementara bagi perempuan yang berusia lebih dari 30 tahun, Anda disarankan untuk melakukan Pap smear rutin yang disertai dengan tes HPV setiap lima tahun sekali.


Jadwalkan pemeriksaan Pap smear paling tidak 5 hari setelah menstruasi Anda selesai atau seminggu sebelum hari pertama menstruasi yang selanjutnya, untuk memastikan bahwa hasilnya keluar seakurat mungkin. Misalnya, jika menstruasi Anda tepat berjarak per 28 hari (hari ke-1 adalah hari pertama Anda menstruasi dan hari ke-28 menjadi H-1 menstruasi bulan selanjutnya), waktu yang tepat untuk Anda menjalani tes Pap smear adalah di hari ke-9 (dua hari setelah menstruasi berhenti) sampai hari ke 20.


Bagi Anda yang punya siklus haid tidak teratur, memprediksi kapan sebaiknya tes Pap smear mungkin akan lebih sulit. Namun jangan khawatir. Kalaupun nanti hasilnya buram, Anda akan diminta kembali lagi di lain waktu. Sebaiknya sebelum menjadwalkan janji, katakan pada dokter bahwa siklus haid Anda tidak teratur dan coba ingat-ingat betul kapan terakhir kali Anda menstruasi. Sangat jarang bagi dokter untuk membatalkan janji temu hanya karena pasien sedang menstruasi.


Baca Juga:



Source link


قالب وردپرس


Pap Smear Saat Haid Ternyata Tidak Dianjurkan. Kenapa?
4/ 5
Oleh