Thursday, August 3, 2017

3 Efek Samping Operasi Kanker Usus Besar yang Mungkin Terjadi • Hello Sehat



Layaknya setiap operasi, operasi kanker usus besar juga memiliki potensi efek samping yang mungkin terjadi. Risiko efek samping ini akan bergantung pada beberapa faktor, termasuk tingkat kesulitan operasi dan kesehatan pasien secara keseluruhan sebelum operasi. Kebanyakan orang akan mengalami rasa sakit yang minimal setelah operasi, tetapi ini biasanya dapat dikendalikan dengan obat-obatan jika diperlukan. Gangguan makan biasanya akan membaik dalam beberapa hari setelah operasi. Apa saja risiko efek samping dari operasi kanker usus besar?


Berbagai efek samping kanker usus besar yang mungkin terjadi?


1. Kolostomi atau ileostomi


Kolostomi (ileostomi) adalah pembuatan lubang pada dinding perut. Beberapa orang mungkin membutuhkan prosedur ini secara temporer atau permanen setelah operasi. Mungkin diperlukan waktu untuk terbiasa dengan prosedur ini dan mungkin diperlukan penyesuaian gaya hidup. Jika Anda menjalani kolostomi atau ileostomi, Anda membutuhkan bantuan untuk belajar cara mengatasinya.


Perawat ostomi atau terapis enterostomal yang dilatih khusus bisa membantu Anda. Mereka biasanya akan menemui Anda di rumah sakit sebelum operasi Anda dimulai untuk mendiskusikan ostomi dan membuat tanda untuk pembukaan. Setelah operasi, mereka mungkin akan datang ke rumah Anda atau ke bagian rawat jalan untuk memberikan Anda pelatihan lebih lanjut.


Kolostomi bisa memberikan dampak pada citra tubuh dan tingkat kenyamanan seksual baik pada pria dan wanita. Meskipun mungkin diperlukan penyesuaian, ini tidak seharusnya mencegah Anda memiliki kehidupan seksual yang menyenangkan.


2. Sulit ejakulasi atau ejakulasi terbaik (bagi pria)


Pria yang menjalani operasi kanker usus besar mungin akan mengalami sulit ereksi atau malah gagal, atau gagal ejakulasi, akibat reseksi abdominoperineal (AP). Dalam kasus lain, kenikmatan yang Anda rasakan selama orgasme bisa menjadi jauh berkurang. Penuaan yang normal bisa menyebabkan perubahan ini, tetapi ini bisa menjadi lebih parah karena operasi.


Reseksi AP bisa merusak saraf yang mengatur ejakulasi, menyebabkan orgasme kering (orgasme tanpa air mani). Terkadang, opreasi menyebabkan ejakulasi terbalik (ejakulasi retrogade), yang berarti air mani bergerak mundur ke kandung kemih selama orgasme. Perbedaan ini penting jika Anda ingin memiliki anak. Jika Anda mengalami ejakulasi terbalik, spesialis kesuburan mungkin akan sering mengangkat sel-sel sperma dari urin, yang kemudian akan digunakan untuk membuahi sel telur. Jika sel sperma tidak bisa diambil dari air mani atau urin Anda, dokter spesialis akan mengambilnya langsung dari testis dengan operasi kecil, dan kemudian menggunakannya untuk pembuahan in vitro, alias bayi tabung.


3. Rasa sakit saat berhubungan seks (bagi wanita)


Jika Anda adalah seorang wanita, operasi rektum (kecuali eksterior pelvic) biasanya tidak menimbulkan kehilangan fungsi seksual. Adhesi perut (jaringan parut) terkadang bisa menyebabkan ketidaknyamanan atau rasa sakit selama berhubungan seksual. Jika rahim diangkat, kehamilan tidak akan mungkin terjadi.


Mengatasi gejala dan efek samping operasi kanker usus besar


Kanker dan pengobatannya sering menyebabkan efek samping. Selain mengobati, memperlambat, menghentikan atau menyingkirkan kanker, bagian lain yang penting dalam pengobatan kanker adalah meredakan gejala dan efek samping pasien. Pendekatan ini disebut perawatan paliatif atau suportif, dan ini mencakup mendukung pasien dengan kebutuhan fisik, emosional, dan sosialnya.


Perawatan paliatif bisa membantu pasien dalam setiap tahapan penyakit. Orang sering menerima pengobatan kanker dan pengobatan efek samping di saat yang bersamaan. Bahkan, pasien yang menerima keduanya sering mengalami gejala yang tidak terlalu parah, kehidupan yang lebih berkualitas, dan melaporkan bahwa mereka lebih puas dengan pengobatan.


Perawatan paliatif sangat bervariasi dan sering mencakup obat-obatan, perubahan nutrisi, teknik relaksasi, dan terapi lainnya. Anda juga bisa menerima perawatan paliatif yang serupa dengan perawatan yang ditujukan untuk mengeliminasi kanker, seperti kemoterapi, operasi, dan terapi radiasi. Konsultasikan pada dokter tentang tujuan setiap pengobatan dalam rencana pengobatan Anda.


Sebelum pengobatan dimulai, konsultasikan dengan tim dokter Anda tentang kemungkinan efek samping dari rencana pengobatan spesifik Anda dan pilihan perawatan suportif yang ada. Kemudian, selama dan setelah pengobatan, pastikan untuk memberi tahu dokter atau seseorang dalam tim kesehatan Anda jika Anda mengalami gangguan sehingga bisa diatasi sesegera mungkin.


Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.


Baca Juga:



Source link


قالب وردپرس


3 Efek Samping Operasi Kanker Usus Besar yang Mungkin Terjadi • Hello Sehat
4/ 5
Oleh