Thursday, August 10, 2017

Berbagai Cara Mengobati Rematik Pada Lansia • Hello Sehat



Rematik merupakan keluhan yang banyak menyerang lansia. Semakin tua, fungsi tubuh Anda semakin menurun, termasuk fungsi sendi. Hal ini membuat Anda susah untuk bergerak dan membatasi aktivitas Anda. Bagi Anda yang mempunyai rematik, mengobati rematik mungkin harus Anda lakukan untuk meredakan gejalanya.


Rematik pada lansia


Rematik merupakan salah satu penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada sendi. Rematik bisa menyerang banyak sendi di tubuh Anda, seperti sendi di kedua tangan, kedua pergelangan tangan, dan kedua lutut Anda.


Rematik bisa menyerang siapa saja. Namun, umumnya wanita lebih sering mengalami rematik dibandingkan pria. Biasanya, penyakit ini muncul di usia dewasa, tapi juga bisa baru muncul di usia lanjut.


Mengobati rematik di usia yang sudah lanjut atau pada lansia mungkin agak sedikit sulit. Karena, lansia biasanya lebih sensitif terhadap obat yang digunakan untuk mengobati rematik. Seiring bertambahnya usia Anda, biasanya penyakit mulai bermunculan. Sehingga, Anda  mungkin perlu obat lebih banyak untuk mengobati penyakit Anda satu per satu. Artinya, akan terjadi lebih banyak interaksi obat dan efek samping dari obat yang Anda pakai. Sehingga,  hal ini mungkin akan menyulitkan pengobatan rematik Anda.


Apa yang bisa dilakukan untuk mengobati rematik pada lansia?


Rematik biasanya menimbulkan gejala, seperti nyeri dan bengkak pada daerah sendi, kekakuan pada sendi (biasanya di pagi hari atau setelah duduk dalam waktu lama), dan kelelahan. Nah, pengobatan rematik umumnya fokus hanya untuk mengurangi gejala-gejala tersebut, bukan menyembuhkan.


1. Obat-obatan untuk rematik


Sebagian besar obat-obatan yang digunakan untuk mengobati rematik pada lansia umumnya sama dengan obat yang digunakan untuk mengobati rematik pada orang yang lebih muda. Beberapa obat yang bisa digunakan untuk mengobati rematik adalah:



  • Obat anti-radang nonsteroid , seperti ibuprofen. Obat ini dapat digunakan untuk meredakan pembengkakan, kekakuan, dan nyeri pada sendi. Namun, penggunaan obat ini dapat menimbulkan efek samping, seperti sakit perut dan perdarahan pada lambung. Bagi Anda yang mempunyai masalah pada jantung dan ginjal, Anda harus hati-hati dalam penggunaan obat ini.

  • Obat kortikosteroid, seperti prednisone, juga bisa meredakan gejala dari rematik. Namun, penggunaan obat ini dapat meningkatkan risiko Anda mengalami osteoporosis. Untuk mengurangi risikonya, Anda bisa menggunakan kortikosteroid pada dosis yang lebih rendah.

  • Obat antirematik modifikasi-penyakit (DMARD/disease-modifying anti-rheumatic drug), seperti methotrexate, hydroxychloroquine, dan sulfasalazine. Ini merupakan obat yang biasa digunakan untuk mengobati rematik dalam jangka panjang. Obat ini membantu dalam meredakan gejala rematik dan mencegah kerusakan permanen pada sendi. Namun, Anda harus hati-hati dalam menggunakan obat ini jika Anda mempunyai masalah paru-paru atau ginjal.

  • Terapi biologis, merupakan obat baru untuk mengobati rematik. Obat ini bertindak sebagai zat alami dalam darah untuk menghambat rasa sakit dan pembengkakan. Pemakaian obat biologis ini pada umumnya bisa diikuti dengan pemakaian obat rematik lainnya. Obat ini tentu juga mempunyai efek samping, namun manfaatnya mungkin lebih besar.


2. Istirahat dan olahraga


Selain obat-obatan, hal lain yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi gejala rematik adalah istirahat yang cukup dan olahraga teratur. Namun, Anda harus menyesuaikan diri dengan rasa sakit yang Anda rasakan. Jika rematik sedang memburuk, sebaiknya Anda tidak banyak bergerak, istirahatkan sendi Anda. Dan, bila rasa sakit sudah membaik, Anda bisa melakukan olahraga untuk memperkuat otot Anda. Cukup dengan melakukan olahraga ringan, seperti berjalan dan berenang.


3. Operasi


Jika kerusakan sendi akibat rematik makin memburuk dan parah, melakukan operasi mungkin bisa membantu mengobati rematik Anda. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda.


Baca Juga:



Source link


قالب وردپرس


Berbagai Cara Mengobati Rematik Pada Lansia • Hello Sehat
4/ 5
Oleh