Thursday, August 10, 2017

Bisakah Polip dan Kanker Kolorektal Dideteksi Sejak Dini? • Hello Sehat



Pemeriksaan kesehatan secara teratur sering dapat mendeteksi kanker usus besar sejak dini, sehingga masih sangat mungkin untuk disembuhkan. Pada banyak orang, skrining juga bisa sepenuhnya mencegah kanker usus besar. Ini dikarenakan beberapa polip, atau pertumbuhan massa, bisa ditemukan dan diangkat sebelum memiliki kesempatan untuk berubah menjadi kanker.


Apa saja tes skrining yang tersedia untuk mendeteksi kanker usus besar?


Tes skrining yang digunakan untuk mendeteksi kanker usus besar meliputi:



  • Tes darah samar Guaiac (gFOBT) dan tes imunokimia feses (FIT): Sampel tinja (feses) diperiksa untuk keberadaan darah, yang bisa menjadi tanda polip atau kanker.

  • Tes DNA feses: Sampel tinja diperksa untuk bagian abnormal tertentu pada DNA (materi genetik) sel kanker atau polip.

  • Sigmoidoskopi: Selang tipis dan fleksibel dimasukkan ke dalam rektum dan usus besar bagian bawah untuk memeriksa adanya polip dan kanker.

  • Kolonoskopi: Selang panjang dan fleksibel digunakan untuk memeriksa keseluruhan usus besar dan rektum.

  • Enema barium dengan kontras ganda: Ini merupakan tes x-ray usus besar dan rektum.

  • CT kolonografi (kolonoskopi virtual): Ini merupakan CT scan untuk memindai gambar usus besar dan rektum.


Tes gFOBT, FIT, dan DNA feses paling sering mendeteksi kanker usus besar, tetapi juga bisa menemukan beberapa polip.


Sigmoidoskopi, kolonoskopi, enema barium dengan kontras ganda, dan CT kolonografi baik dalam menemukan kanker dan polip. Polip yang ditemukan sebelum berubah menjadi kanker bisa diangkat, sehingga tes-tes ini bisa mencegah kanker kolorektal. Inilah mengapa tes-tes ini akan lebih dipilih jika tersedia dan Anda bersedia untuk melakukannya.


Kapan harus menjalani skrining kanker usus besar?


Organisasi yang berbeda telah menetapkan rekomendasi yang berbeda untuk skrining kanker kolorektal. Dua contoh rekomendasi akan dijelaskan di bawah ini. Konsultasikan pada dokter tentang tes terbaik dan waktu jeda antara tes berdasarkan riwayat kesehatan dan resiko pribadi terkait kanker.


Dimulai di usia 50 tahun, baik pria maupun wanita dengan resiko menengah harus mengikuti salah satu jadwal tes berikut ini.


Tes berikut mendeteksi baik polip dan kanker:



  • Sigmodoiskopi fleksibel, setiap 5 tahun

  • Kolonoskopi, setiap 10 tahun

  • DCBE, setiap 5 tahun

  • CT kolonografi, setiap 5 tahun


Tes berikut utamanya mendeteksi kanker:



  • gFOBT, setiap tahun

  • Tes imunokimia feses, setiap tahun

  • Tes DNA darah, sesering anjuran dokter


U.S Preventive Health Service Task Force (USPSTF) juga memiliki panduan untuk skrining kanker usus besar, yang sedikit berbeda dari yang disebutkan di atas. USPSTF menganjurkan salah satu metode tes berikut:



  • FOBT dengan sensitivitas tinggi, setiap tahun

  • Sigmoidoskopi, setiap 5 tahun, dengan tes FOBT di antara jeda tes

  • Kolonoskopi, setiap 10 tahun


Selain itu, organisasi ini berpikir bawah tidak ada cukup bukti manfaat atau kerugian untuk merekomendasikan kolonografi virtual dan tes DNA feses.


Menurut USPSTF, orang dewasa antara usia 76 sampai 85 tahun tidak boleh melakukan skrining rutin karena risikonya lebih besar daripada manfaatnya, dan lansia di atas usia 85 tahun bisa menghindari skrining kanker kolorektal. Namun, orang dengan riwayat polip atau kanker usus besar lebih berisiko untuk terkena penyakit ini, dan skrining masih bisa dianjurkan pada usia lebih lanjut.


Penting untuk diingat bahwa terlepas dari tes dan jadwal skrining, setiap tes yang mengindikasi adanya kelainan harus ditindak lanjuti dengan kolonoskopi.


Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.


Baca Juga:



Source link


قالب وردپرس


Bisakah Polip dan Kanker Kolorektal Dideteksi Sejak Dini? • Hello Sehat
4/ 5
Oleh