Wednesday, August 9, 2017

Keinginan Bunuh Diri Bisa Dipicu Oleh Insomnia Berkepanjangan



Banyaknya aktivitas yang perlu dijalani bisa membuat waktu tidur Anda terganggu. Akibatnya, kurangnya waktu tidur bisa mempengaruhi produktivitas Anda di hari berikutnya; karena kurang tidur bisa membuat Anda mudah mengantuk, cepat lelah, atau sulit berkonsentrasi. Bahkan, jika dibiarkan, kurang tidur tidak hanya bisa mempengaruhi kesehatan fisik, melainkan juga kesehatan mental Anda.


Penelitian yang telah diterbitkan dalam Journal of Clinical Psychiatry menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara masalah tidur dengan peningkatan pemikiran untuk bunuh diri. Masalah tidur ini merupakan salah satu faktor pemicu munculnya keinginan bunuh diri selain faktor depresi, penggunaan alkohol, ataupun narkoba.


Kenapa manusia harus tidur?


Tidur bukan saja karena kelelahan, tetapi juga karena kebiasaan dan pola hidup. Tidur juga bukan sekadar aktivitas menutup mata, tapi merupakan waktu untuk tubuh beristirahat serta melakukan banyak proses seperti pengolahan, restorasi, dan penguatan ingatan.


Saat Anda memperoleh informasi, dalam keadaan terjaga, informasi akan masuk ke dalam otak dan disimpan dalam memori jangka pendek. Namun saat Anda tidur, potongan-potongan informasi tersebut akan ditransfer dari memori jangka pendek menuju ke memori jangka panjang yang lebih kuat. Proses tersebut dikenal dengan istilah “konsolidasi”. Peneliti bahkan telah menemukan bahwa setelah tidur, Anda cenderung menyimpan informasi dan melakukan proses penyimpanan ingatan dengan lebih baik.


Bagaimana insomnia bisa memicu keinginan bunuh diri?


Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa penderita insomnia memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk bunuh diri dibandingkan dengan orang-orang yang tidak memiliki kesulitan tidur. Sebuah penelitian pada remaja di tahun 2011 juga menemukan bahwa mereka yang memiliki masalah tidur pada usia 12 sampai 14 tahun, dua kali lebih mungkin memiliki pemikiran bunuh diri di masa remaja mereka.


Insomnia sering kali membuat seseorang merasa tidak menemukan ketenangan, bahkan di malam hari, di waktu seharusnya ia bisa istirahat dengan tenang. Akhirnya, insomnia atau gangguan tidur menjadi salah satu penyebab terjadinya depresi.


Bahkan, insomnia juga dapat memperburuk depresi karena orang-orang tersebut merasa tidak bisa menemukan cara untuk sembuh dari insomnia. Akibatnya, mereka menjadi putus asa dan merasa hidupnya kacau karena terus mengalami insomnia dari satu malam ke malam lainnya. Sehingga, orang yang mengalami insomnia atau gangguan tidur lainnya cenderung mengalami depresi yang bisa berujung pada pemikiran untuk bunuh diri.


Tips untuk menghindari insomnia


Jika Anda mengalami insomnia, berikut adalah beberapa tips untuk mengalahkan insomnia yang dikutip dari WebMD :



  • Tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari.

  • Kurangi kebiasaan merokok, minum alkohol dan kafein.

  • Jangan terlalu banyak tidur siang, karena dapat mempengaruhi waktu tidur malam Anda.

  • Berolahraga secara teratur.

  • Batasi aktivitas di tempat tidur, termasuk bermain ponsel di tempat tidur.

  • Jangan makan atau minum mendekati waktu tidur.

  • Jadikan lingkungan tidur Anda nyaman, termasuk suhu, pencahayaan, dan kebisingannya.

  • Sediakan beberapa waktu sebelum tidur untuk memikirkan hal-hal yang Anda khawatirkan, yang dapat mengganggu waktu tidur Anda.

  • Kurangi stres.

  • Pertimbangkan untuk berpartisipasi dalam terapi kognitif. Terapi kognitif bisa membantu beberapa orang dengan insomnia mengidentifikasi dan memperbaiki pikiran dan keyakinan yang tidak tepat yang dapat menyebabkan insomnia.


Namun jika hal-hal tersebut tidak membantu mengurangi insomnia Anda, maka Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Karena jika tidak, insomnia atau gangguan tidur tersebut bisa membuat Anda depresi dan berujung pada pemikiran untuk bunuh diri.


Baca Juga:



Source link


قالب وردپرس


Keinginan Bunuh Diri Bisa Dipicu Oleh Insomnia Berkepanjangan
4/ 5
Oleh