Thursday, August 10, 2017

Obat-obatan untuk Meningkatkan Kesuburan Pria • Hello Sehat



Saat sudah menikah bertahun-tahun namun belum juga dikaruniai anak, masalahnya tak selalu karena sang wanita sulit hamil. Dalam banyak kasus, justru suamilah yang kurang subur. Entah karena kualitas sperma yang kurang baik, jumlah sperma yang tidak memadai, atau pergerakan (motilitas) sperma yang rendah sehingga sulit mencapai sel telur.


Untuk mengatasi hal ini, tersedia berbagai macam obat kesuburan yang diperuntukkan bagi pria. Namun, obat kesuburan untuk pria hanya bisa bekerja mengatasi beberapa jenis masalah kesuburan tertentu saja. Sedangkan kemandulan pria yang disebabkan oleh hal lain biasanya tidak bisa ditangani oleh obat-obatan ini.


Obat kesuburan pria berupa hormon


Obat kesuburan utama yang digunakan untuk pria adalah hormon suntik yang disebut gonadotropin. Dua bentuk utamanya adalah:



  • human menopausal gonadotrophin (hMG) yang mengandung FSH (follicle stimulating hormone) dan LH (lutenizing hormone)

  • human chrionic gonadotrophin (hCG)


Gonadotropin digunakan untuk mengobati pria yang tidak memproduksi sperma akibat kondisi yang disebut hipogonadotropik hipogonadisme. Ini terjadi saat testis tidak menerima sinyal untuk membuat sperma. Hipogonadisme disebabkan oleh otak yang gagal memproduksi hormon yang sesuai.


Gonadotropin mendorong testis untuk memproduksi testosteron dan sperma secara langsung, dengan tidak melalui otak. Pulsatile gonadotrophin-releasing hormone (GnRH) atau follicle stimulating hormone (FSH) juga bisa digunakan.


Beberapa pria memiliki kondisi yang disebut retrograde ejaculation. Ini terjadi saat sperma diejakulasikan ke dalam kandung kemih dan bukannya ke penis. Kondisi ini sering merupakan akibat dari diabetes, obat atau pasca operasi prostat atau masalah uretra. Hormon tidak akan berguna untuk kondisi ini, tetapi obat non-hormonal, seperti imipramine, bisa membantu. 


Imipramine menutup leher kandung kemih untuk menyelesaikan masalah ini. Jika pengobatan medis tidak berhasil, stimulasi elektrovibrasi penis dan pengambilan sperma dari urin bisa menjadi pilihan.


Antibiotik dianjurkan sebagai pengobatan kesuburan pria jika penyebab ketidaksuburan adalah infeksi pada alat reproduksi pria, yang mencegah sperma bergerak dari testis seperti yang seharusnya.


Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.


Baca Juga:



Source link


قالب وردپرس


Obat-obatan untuk Meningkatkan Kesuburan Pria • Hello Sehat
4/ 5
Oleh