Thursday, August 10, 2017

Pilihan Pengobatan Kanker Usus Besar • Hello Sehat



Rencana pengobatan kanker usus besar harus mempertimbangkan beberapa faktor, seperti jenis dan stadium kanker, sensitivitas kanker pada hormon tertentu, dan sejarah medis pasien. Rencana pengobatan biasanya melibatkan operasi untuk mengangkat kanker. Beberapa jenis kemoterapi (terapi obat) atau terapi radiasi kerap dianjurkan untuk membantu keberhasilan operasi. Pengobatan ini dikenal sebagai terapi adjuvant atau terapi neoadjuvant. Terapi ini secara keseluruhan bertujuan untuk meningkatkan taraf pemulihan dan kelangsungan hidup pasien jangka panjang.


Berbagai pilihan pengobatan kanker usus besar


1. Operasi untuk kanker usus besar stadium awal


Jika kanker Anda kecil, terletak di polip, dan stadiumnya masih sangat awal, dokter mungkin bisa sepenuhnya mengangkat kanker Anda dengan kolonoskopi. Polip yang lebih besar bisa diangkat menggunakan reseksi mukosa endoskopi. Jika ahli patologi menentukan bahwa kanker tersebut bisa diangkat sepenuhnya, maka tidak diperlukan pengobatan tambahan.


Polip yang tidak bisa diangkat dalam kolonoskopi bisa diangkat menggunakan operasi laparoskopi. Dalam prosedur ini, dokter bedah akan menjalankan operasi melalui beberapa sayatan kecil di dinding perut, memasukkan peralatan dengan kamera untuk memunculkan gambar usus besar Anda pada video monitor. Ia juga bisa mengambil sampel dari kelenjar getah bening di area lokasi kanker.


2. Operasi untuk kanker usus besar invasif


Jika kanker usus besar Anda telah menyerang ke dalam atau menembus usus besar, dokter bedah bisa menganjurkan kolektomi parsial untuk mengangkat bagian usus besar yang mengandung kanker, bersama dengan margin jaringan normal di setiap sisi kanker. Kelenjar getah bening terdekat biasanya juga diangkat dan diuji untuk kanker.


Dokter bedah seringkali mampu untuk menyambungkan kembali bagian usus besar atau rektum yang sehat. Namun, saat itu tidak dimungkinkan, misalnya jika kanker berada di saluran keluar rektum, Anda mungkin perlu menjalani kolostomi temporer atau permanen. Ini mencakup membuat jalan masuk di dinding perut dari bagian usus yang tersisa untuk membuang kotoran tubuh ke dalam kantung khusus. Terkadang kolostomi hanya bersifat sementara, memberikan kesempatan bagi usus besar atau rektum untuk pulih setelah operasi. Namun, dalam beberapa kasus, kolostomi bisa bersifat permanen.


3. Operasi untuk kanker usus besar stadium lanjut


Jika kanker Anda sangat parah atau kesehatan Anda secara menyeluruh tergolong sangat buruk, pengobatan kanker usus besar yang mungkin paling direkomendasikan adalah operasi untuk menghilangkan penyumbatan di usus besar atau konsisi lainnya untuk meringankan gejala Anda. Operasi ini tidak dilakukan untuk menyembuhkan kanker, tetapi untuk meredakan tanda-tanda dan gejala, seperti perdarahan dan rasa nyeri.


Dalam kasus khusus dimana kanker telah menyebar hanya ke hati, dan jika kesehatan Anda secara keseluruhan baik, dokter bisa menganjurkan operasi untuk mengangkat lesi kanker dari hati Anda. Kemoterapi bisa digunakan sebelum atau setelah jenis operasi ini. Pengobatan ini bisa memperbaiki prognosa Anda.


4. Kemoterapi


Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk menghancurkan sel-sel kanker. Kemoterapi untuk kanker usus besar biasanya diberikan setelah operasi jika kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening. Dengan cara ini, kemoterapi bisa membantu mengurangi risiko kekambuhan kanker.


Kemoterapi juga bisa meredakan gejala kanker usus besar yang telah menyebar ke area tubuh lainnya. Kemoterapi bisa digunakan sebelum operasi untuk menyusutkan kanker sebelum operasi. Pada penderita kanker rektum, kemoterapi biasanya digunakan bersama dengan terapi radiasi.


5. Terapi radiasi


Terapi radiasi menggunakan sumber energi kuat, seperti X-ray, untuk membunuh sel-sel kanker yang mungkin tersisa setelah operasi, untuk menyusutkan tumor sebelum operasi sehingga menjadi lebih mudah untuk diangkat, atau meredakan gejala kanker usus besar dan kanker rektum.


Terapi radiasi jarang digunakan dalam kanker usus besar stadium awal, tetapi merupakan bagian rutin dari pengobatan kanker rektum, terutama jika kanker telah menembus dinding rektum atau menjalar ke kelenjar getah bening terdekat. Terapi radiasi, yang biasanya dikombinasikan dengan kemoterapi, bisa digunakan setelah operasi untuk mengurangi resiko kekambuhan di area rektum tempat bermulanya kanker.


6. Terapi obat bertarget


Obat-obatan yang menargetkan kecacatan khusus yang memungkinkan pertumbuhan kanker tersedia bagi penderita kanker usus besar stadium lanjut, termasuk bevacizumab (Avastin), cetuximab (Erbitux), panitumumab (Vectibix) dan regorafenib (Stivarga). Obat bertarget bisa digunakan bersama dengan kemoterapi atau secara independen. Obat bertarget biasanya dipesankan untuk penderita usus besar tingkat lanjut.


Sebagian orang terbantu dengan obat bertarget, sementara yang lainnya tidak. Para peneliti masih bekerja untuk menentukan siapa yang paling mungkin diuntungkan oleh obat bertarget. Sampai ditemukan jawabannya, dokter akan dengan seksama mempertimbangkan manfaat yang terbatas dari obat bertarget melawan resiko efek samping dan biaya yang mahal saat memutuskan untuk menggunakan pengobatan ini atau tidak.


Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.


Baca Juga:



Source link


قالب وردپرس


Pilihan Pengobatan Kanker Usus Besar • Hello Sehat
4/ 5
Oleh