Thursday, August 10, 2017

Proyek Pembuatan Pesawat Tempur dengan Korea Selatan Habiskan Dana Rp 21,7 Triliun



WARTA KOTA, GAMBIR – Membuat pesawat tempur sendiri bukanlah hal yang murah.


Kabalitbang Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Anne Kusmayati mengatakan, untuk merampungkan proyek pembuatan pesawat KF-X/IF-X yang merupakan kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan, membutuhkan dana sekitar Rp 21, 7 triliun.


Dalam pemaparannya di Kantor Kemenhan, Jakarta Pusat, Jumat (28/7/2017), Anne Kusmayati menyebut pembayaran kewajiban sekitar Rp 21,7 triliun itu dilakukan bertahap selama 12 tahun, mulai 2016 hingga 2026, setelah proyek rampung. Indonesia saat ini sudah menyetor Rp 594.035.624.000.


Baca: Pesawat Tempur Buatan Indonesia-Korea Selatan Rampung pada 2026


“Pembayarannya setahun dua kali, bulan April dan bulan Oktober,” ungkapnya.


Jika Indonesia kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran, Anne Kusmayati menyebut tidak ada aturan yang menyebut soal pinalit terhadap Pemerintah Indonesia. Ia mengatakan, perjanjian yang ada sifatnya tidak kaku, sehingga memberikan banyak celah untuk kelonggaran.


Pembuatan pesawat tempur generasi 4.5 itu adalah investasi jangka panjang. Jika sampai 2026 mendatang pesawat sudah selesai diproduksi dan mengantongi izin dari berbagai otoritas yang berwenang, maka produksi massal bisa dilakukan, dan dilanjutkan dengan proses pemasaran.


Baca: Susi Pudjiastuti: Apa yang Saya Lakukan Mengganggu Comfort Zone


Selain bisa mendongkrak industri kedirgantaraan dalam negeri, Indonesia juga bisa mendongkrak industri pertahanan lainnya yang terkait. Sedikit banyaknya, kemajuan teknologi yang didapat melalui proses pembuatan pesawat tempur sendiri, bisa dimanfaatkan di industri pertahanan lainnya.


“Kita tahu perkembangan teknologi ini akan men-drive teknologi komersial lainnya,” ujar Anne. Kusmayati.


Selain keuntungan finansial dari investasi pembuatan pesawat tempur itu, Indonesia juga bisa memiliki pertahanan udara yang lebih baik dengan pesawat hasil kerja sama Indonesia-Korea Selatan tersebut, karena pesawat bisa diproduksi khusus untuk kebutuhan TNI Angkatan Udara (AU).


Dengan memiliki pesawat buatan sendiri, wibawa Indonesia pun sedikit banyaknya juga terdongkrak. (*)



Source link


قالب وردپرس


Proyek Pembuatan Pesawat Tempur dengan Korea Selatan Habiskan Dana Rp 21,7 Triliun
4/ 5
Oleh