Sunday, August 6, 2017

Vaksin untuk Orang Dewasa, Siapa Saja yang Perlu?



Vaksin biasanya diberikan pada bayi atau balita. Namun, tahukah Anda jika orang dewasa juga memerlukan vaksin sebagai perlindungan terhadap penyakit? Pada orang dewasa, vaksin yang dibutuhkan akan bergantung pada beberapa hal, yaitu usia, gaya hidup, kondisi kesehatan berisiko tinggi, dan rencana perjalanan jika Anda senang traveling ke luar negeri.


Siapa saja yang perlu vaksin untuk orang dewasa?


1. Anda mungkin sudah tidak terlindungi vaksin semasa kecil


Beberapa vaksin membutuhkan booster untuk membuat Anda tetap terlindungi, meskipun Anda sudah mendapatkannya saat kecil. Beberapa vaksin yang membutuhkan booster di antaranya adalah, vaksin influenza dan vaksin Tdap untuk tetanus, difteri, dan pertusis.


Untuk vaksin influenza, Anda perlu mengulangnya setiap tahun untuk melakukan antisipasi sebelum musim flu datang.


2. Beberapa vaksin memang hanya untuk orang dewasa


Vaksin HPV, herpes zoster, pneumonia, demam tifoid, yellow fever atau demam kuning adalah beberapa jenis vaksin yang hanya diberikan pada orang dewasa.


3. Anda mungkin membutuhkannya saat bepergian


Untuk melindungi Anda dari infeksi penyakit yang bukan berasal dari negara asal, Anda membutuhkan vaksin saat berpergian ke negara tertentu. Misalkan, vaksinasi meningitis perlu Anda lakukan saat Anda ingin melakukan ibadah haji atau pergi ke daerah Arab Saudi. Atau, vaksinasi demam kuning yang perlu Anda lakukan saat Anda ingin berpergian ke daerah Sub-sahara Afrika dan Amerika Selatan.


4. Anda tidak sepenuhnya divaksinasi saat kecil


Ada kemungkinan Anda belum mendapatkan vaksinasi secara lengkap saat kecil. Biasanya, orang tua hanya memberikan vaksinasi yang diberikan secara gratis di Posyandu atau Puskesmas, seperti hepatitis B, polio, BCG, DPT-HB-HIB, dan campak. Padahal, bayi Anda juga memerlukan vaksin lain yang tidak disediakan secara gratis oleh pemerintah, seperti PCV, rotavirus, influenza, MMR, hepatitis A, dan varisela. Jadi, Anda memerlukan vaksinasi tersebut saat Anda dewasa.


5. Anda bekerja sebagai staf pelayanan kesehatan


Jika Anda bekerja di penyedia layanan kesehatan, Anda perlu mendapatkan vaksinasi secara lengkap dan rutin melakukan booster. Fasilitas kesehatan seperti klinik, puskesmas, dan rumah sakit merupakan tempat berkumpulnya segala potensi infeksi yang dapat membuat orang yang tidak terlindungi mengalami infeksi nosokomial, alias infeksi yang didapat dan berkembang saat seseorang berada di lingkungan rumah sakit.


Beberapa jenis vaksinasi yang perlu Anda lakukan adalah vaksin campak, gondong, rubella (MMR), hepatitis B, influenza, dan lainnya.


6. Anda aktif secara seksual


Bagi Anda yang telah aktif secara seksual, vaksin hepatitis B dan HPV sangat dianjurkan. Bahkan, Anda sudah boleh mendapatkan vaksin HPV saat Anda remaja.


7. Faktor-faktor lainnya


Jika Anda merokok, memiliki sistem imun yang lemah atau terganggu, atau memiliki kondisi medis tertentu, Anda perlu mendapatkan vaksin pneumokokus untuk membantu mencegah penyakit serius seperti pneumonia, meningitis, dan infeksi darah yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae.


Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memberikan rekomendasi vaksin untuk orang dewasa, yaitu:



  • Flu musiman, untuk semua orang dewasa

  • Pertusis atau batuk rejan, untuk semua orag dewasa yang tidak pernah menerima vaksin Tdap dan untuk wanita selama setiap kehamilan.

  • Tetanus dan difteri, setiap 10 tahun setelah vaksin Tdap

  • Herpes zoster, untuk orang dewasa berusia 60 tahun ke atas

  • Penyakit pneumokokus, untuk orang dewasa berusia 65 tahun ke atas dan orang dewasa lebih muda dari 65 tahun yang memiliki kondisi kesehatan spesifik


Baca Juga:



Source link


قالب وردپرس


Vaksin untuk Orang Dewasa, Siapa Saja yang Perlu?
4/ 5
Oleh