Thursday, August 3, 2017

Virus Ebola Bisa Bertahan di Air Mani dan Menulari Anda



Pada awalnya, para ilmuwan berpikir bahwa virus ebola hanya bertahan di air mani pria selama beberapa bulan setelah ia sembuh. Namun, sebuah studi baru yang diterbitkan di Lancet Global Health telah mengungkapkan fakta mengejutkan, bahwa virus mematikan tersebut sebenarnya dapat bertahan di air mani jauh lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya.


Air mani pria masih mengandung virus ebola meskipun telah 565 hari sembuh


Studi ini memeriksa sampel air mani dari 466 survivor Ebola yang berpartisipasi dalam Liberia’s Men’s Health Screening Program. Sebanyak 38 dari sampel tersebut dites positif untuk virus Ebola setidaknya satu tahun setelah pria tersebut pulih dari penyakitnya. Menurut sebuah laporan, kebanyakan donor adalah pria di atas usia 40 tahun.


Yang mengejutkan, ada satu pasien yang telah sepenuhnya pulih selama 565 hari, tetapi air maninya masih mengandung virus. Sebelum penemuan ini, mayoritas bukti mendukung bahwa virus ini bisa ditemukan di air mani mantan penderita selama 3 bulan setelah kepulihannya. Namun sekarang, telah diketahui secara pasti bahwa virus ini bertahan bahkan lebih lama dari setahun.


Seks tanpa kondom bisa


CDC percaya bahwa insiden Ebola di Maret 2015 sebenarnya merupakan akibat dari kontak seksual. Anggapan ini sejalan dengan klaim dari banyak institusi kesehatan lainnya.


Seorang wanita Liberia meninggal karena Ebola, padahal negaranya telah terbukti bersih dari penyakit ini. Satu-satunya kemungkinan ia bisa terpapar virus ebola adalah melalui seks tanpa kondom yang dilakukannya dengan seorang pria yang pernah menderita Ebola, yang air maninya dites positif untuk virus setelah insiden tersebut.


Pria tersebut rupanya telah sembuh dan hidup dengan sehat selama 199 hari. Meskipun CDC tidak bisa yakin apakah virus dalam sampel positif bisa menularkan penyakit ini atau tidak, mereka masih sangat menganjurkan semua pria yang pernah mengidap Ebola untuk selalu menggunakan kondom saat berhubungan seks.


Kesadaran untuk memakai kondom dengan atau tanpa Ebola


Selain terobosan ilmiah, kontribusi lainnya dari studi baru ini adalah berupa edukasi seks yang aman. 75% pria yang sudah sembuh dari Ebola yang mengikuti studi ini tidak menggunakan kondom sebelumnyai tetapi memutuskan untuk melakukan seks dengan pengaman setelah mengetahui resikonya. Kesadaran masyarakat sangatlah penting dalam mencegah Ebola kembali menjadi wabah.


Untuk saat ini, jelas diketahui bahwa ada banyak nyawa yang bisa diselamatkan hanya dengan memperluas kesadaran masyarakan akan pentingnya seks aman.


Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.


Baca Juga:



Source link


قالب وردپرس


Virus Ebola Bisa Bertahan di Air Mani dan Menulari Anda
4/ 5
Oleh